“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."
(Luk 11:23)
RENUNGAN
JELAS
Saya bukan penggemar wayang yang sejati. Hanya tahu sedikit saja. Kalau kita menonton wayang kulit, akan kita temui dua kelompok tokoh, yang masing-masing berjajar di sisi kiri dan kanan dalang.
Yang sebelah berpostur tinggi besar dan kerap bahkan hamper semua digambarkan dengan rupa yang buruk. Mereka adalah para raksasa. Sedangkan di sebelah satunya dilukiskan dengan tokoh-tokoh yang cakap, yang berbadan liat dan atletis, bak olahragawan yang rajin menjaga bentuk tubuh.
Rupanya bentuk luar itu hendak dipakai untuk menggambarkan sikap mereka. Meskipun tidak selalu tepat. Yang buruk rupa dan berbadan raksasa itu hendak menggambarkan tokoh-tokoh yang jahat. Sedangkan yang berbadan liat dan bertampang cakap hendak menggambarkan tokoh-tokoh kesatria yang baik hati.
Mereka terbagi dalam kelompok yang berbeda. Semuanya tergambar dengan sangat jelas. Para raksasa adalah lawannya para kesatria. Kalau tidak mau bergabung dengan para kesatria berarti temannya para raksasa, berarti lawannya kesatria. Semuanya sangat jelas.
Gambaran itu serupa dengan penjelasan Yesus hari ini. Yesus adalah lambing kebenaran, kebaikan, dan segala sesuatu yang dari Allah. Maka tidak mungkin sesuatu yang buruk, yang jahat, yang berasal dari setan bisa memihak Yesus. Semuanya sangat jelas. Barang siapa tidak hidup bersama Yesus, ia berkawan dengan si jahat, ia melawan Yesus. Barang siapa bersama Yesus mestinya ia harus melawan si jahat.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita tegas menentukan pilihan hendak berada di pihak siapa? Atau, beranikah kita berada di luar Yesus? Atau jangan-jangan kita bermuka dua. Seolah-olah mengaku berada di pihak Yesus padahal hati kita memihak si jahat. Kita harus memutuskan pilihan dengan jelas. Ikut Yesus atau tidak. Kalau ikut Yesus risikonya jelas, tinggalkan si jahat. Tinggalkan semua yang menjauhkan kita dari Yesus. Itu Jelas.