Memanen Tuaian Bersama Tuhan

Oleh Rev. Albertus Herwanta, O. Carm

Salah satu cara menemukan pesan sabda Tuhan pada hari Minggu adalah dengan mencari kaitan antara bacaan pertama dan injil. Bagaimanakah bacaan pertama (Yesaya 66:10-14c) terkait dengan Injil (Lukas 10:1-9)? Apakah pesan pentingnya untuk kita sekarang? Mari kita telaah dan renungkan.

Bacaan pertama merupakan bagian terakhir dari Kitab Nabi Yesaya. Ada yang memberinya judul “Keselamatan sesudah hukuman.” Nada dari perikop hari ini positif, penuh harapan, dan sukacita. “Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua yang mencintainya” (Yesaya 66:10). Selanjutnya Tuhan bersabda, “Seperti seorang yang dihibur ibunya, demikian Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem” (Yesaya 66:13).

Sabda Tuhan lewat nabi Yesaya terpenuhi dalam diri Yesus. Dia mewujudkannya dalam kerja sama dengan para murid-Nya. Hari ini Yesus bersabda, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit! Sebab itu mintalah kepada tuan pemilik tuaian, agar ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Lukas 10:2). Betapa banyak orang yang merindukan terwujudnya keselamatan dari Tuhan. Mereka itu bagaikan tuaian.

Yesus sebagai Sang Tuan mengutus para pekerja untuk tuaian itu. “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah serigala” (Lukas 10:3). Yesus itu Anak Domba dan mengutus para murid seperti domba. Artinya, mereka mesti hidup seperti Yesus yang datang untuk mengasihi, melayani, dan berbagi. Sebaliknya, serigala menggambarkan makhluk yang memangsa secara sangat buas dan tidak pernah puas. Para murid akan menghadapi manusia yang suka “memangsa” sesamanya dan situasi keras yang menerkam mereka.

Selanjutnya, Yesus berpesan, “Janganlah membawa pundi-pundi atau kantong perbekalan atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan” (Lukas 10:4). Apakah mereka benar-benar tidak boleh membawa uang dan bekal? Rupanya tidak demikian.

Pesan Yesus itu menegaskan bahwa mereka mesti hidup secara berbeda dari para serigala yang suka memangsa dan mengumpulkan untuk diri sendiri. Mereka diminta mengandalkan Tuhan yang menjamin kebutuhan mereka selama dalam perjalanan. Mereka tidak perlu membawa bekal yang membebani perjalanan, karena Tuhan menyediakan makanan setiap hari seperti yang didoakan dalam doa Bapa Kami.

Yesus mengutus para murid-Nya untuk menyembuhkan orang sakit sebagai salah satu tanda bahwa Kerajaan Allah sudah dekat (segera tiba). Mereka diutus untuk membawa kabar sukacita yang akan segera terpenuhi saat Yesus datang menyusul mereka. Dengan itu, Yesus mewujudkan firman Tuhan dalam Kitab Nabi Yesaya.

Yang perlu dicatat adalah bahwa Yesus mengundang dan melibatkan para murid-Nya untuk bekerjasama dengan Dia dalam mewujudkan janji-janji Tuhan kepada umat manusia. Hari ini Yesus mengundang kita untuk mengambil bagian dalam karya-Nya itu. Apakah kita menyediakan diri kita untuk menjadi mitra Yesus dalam menghadirkan Kerajaan Allah? Apakah sebagai pribadi dan komunitas Kristen kita telah membawa sukacita keselamatan dan aktif memanen tuaian itu?

Tags:

Comments are closed

Latest Comments