Maria Diangkat ke Surga dan Pesannya untuk Hidup Kita

Oleh Rev. Albertus Herwanta, O. Carm

Hari ini Gereja Katolik di Indonesia merayakan peristiwa iman: Maria Diangkat ke Surga. Bacaan liturgi memberikan refleksi mendalam tentang iman, ketaatan, dan kasih Maria kepada Tuhan. Sabda Tuhan tersebut (Lukas 1:39-56 dan Wahyu 11:19a; 12:1-6a.10ab) mengajak kita untuk memahami makna Maria diangkat ke surga dan bagaimana hal itu dapat menjadi inspirasi bagi hidup Kristen.

Dalam injil Lukas, kita mendengar tentang kunjungan Maria ke Elisabeth, yang merupakan contoh konkret dari kasih dan pelayanan Maria kepada sesama. Maria menyambut kabar gembira dari Allah dengan iman dan ketaatan. Ini menunjukkan kesediaannya untuk menjadi hamba Tuhan.

Kitab Wahyu memberikan gambaran tentang perempuan yang melahirkan seorang anak laki-laki, yang sering diinterpretasikan sebagai Maria dan Yesus. Perempuan itu melambangkan Gereja dan semua orang beriman yang menghadapi tantangan dan permusuhan di dunia.

Apakah pesan utama dari bacaan-bacaan tersebut? Yang pertama adalah tentang iman dan ketaatan. Bunda Maria menunjukkan iman dan ketaatan yang mendalam kepada Tuhan. Dia menjadi teladan bagi kita dalam menjalani hidup sebagai orang Kristen.

Selanjutnya adalah kasih dan pelayanan. Kunjungan Maria ke Elisabeth menunjukkan kasih dan pelayanan kepada sesama. Ini juga merupakan panggilan penting bagi setiap orang Kristen. Kita dipanggil untuk peduli kepada sesama, terutama yang amat membutuhkan bantuan kita. Mereka itu mudah kita jumpai dalam hidup sehari-hari.

Akhirnya, pesan Tuhan berbicara tentang
pengharapan akan kemenangan. Meskipun menghadapi tantangan dan permusuhan, kita memiliki pengharapan akan menang asalkan kita setia kepada Tuhan.

Dengan merenungkan kisah Maria dan pesan-pesan dalam bacaan liturgi, kita dapat memperdalam iman kita dan menemukan inspirasi untuk menjalani hidup Kristen dengan lebih baik. Maria, sebagai Bunda Allah dan Bunda Gereja, menjadi teladan bagi kita semua dalam menanggapi kehendak Tuhan dan menjalani hidup dalam kasih dan pelayanan kepada sesama.

Peristiwa iman Maria diangkat ke surga tidak hanya mengajak kita memandang ke atas, melainkan memandang ke depan, samping, dan belakang. Artinya menghayati iman dalam hidup sehari-hari. Mereka yang setia menghayati imannya seperti Bunda Maria, niscaya akan menikmati kemuliaan seperti dia. Bagaimanakah selama ini kita mendengarkan Tuhan lewat hidup sehari-hari? Apakah kita menunjukkan sikap taat dan setia kepada sabda-Nya? Apakah kita menunjukkan sikap peduli terhadap sesama.

Tags:

Comments are closed

Latest Comments