Tiga Tuntutan bagi Murid Tuhan

Oleh Rev. Albertus Herwanta, O. Carm

Hari Minggu lalu, Tuhan Yesus mengajarkan tentang kerendahan hati bagi mereka yang ingin meraih tempat tertinggi. Pada hari ini, Yesus mengajukan tiga tuntutan kepada mereka yang mau menjadi pengikut-Nya (Lukas 14:25-33). Apa saja tiga tuntutan itu?

Pertama, mengasihi Yesus lebih dari segala-galanya, bahkan keluarga dan nyawa sendiri. “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Lukas 14:26). Mengikut Yesus mesti menjadi prioritas tertinggi, sehingga segala ikatan lain—bahkan ikatan keluarga dan nyawa sendiri—kelihatan seperti “dibenci” jika dibandingkan dengan kasih dan komitmen kepada Kristus.Yesus menuntut loyalitas utama. Dia menjadi yang pertama, mengalahkan semua loyalitas lainnya.

Kedua, memikul salib dan mengikut Yesus. “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Lukas 14:27) Apa Artinya? Bagi seorang murid, “memikul salib” berarti bersedia untuk menderita dan mati bagi Kristus seperti ditolak, dilecehkan, dianiaya, bahkan mati karena iman. Selanjutnya, bersedia mati bagi diri sendiri. Artinya, menyerahkan secara total kehendak diri sendiri, meninggalkan ambisi, dosa, dan kenyamanan pribadi untuk taat sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Mengikut Yesus bukan jalan untuk meraih kesuksesan duniawi, tetapi jalan menyangkal diri dan siap sedia menderita demi Dia.

Ketiga, melepaskan segala miliknya. “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Lukas 14:33) Ini adalah tuntutan untuk melepaskan hati dari segala keterikatan pada harta benda duniawi. Ini tidak selalu berarti menjual semua harta, tetapi lebih pada sikap batin.
Artinya, mengakui bahwa segala sesuatu adalah milik Tuhan dan kita ini hanyalah pengelolanya. Hati kita sepenuhnya bebas dari cinta akan uang dan harta, sehingga siap melepaskannya kapan pun Tuhan meminta.

Perikop injil Lukas hari ini memberikan tiga hal penting. Pertama, peringatan serius sekaligus jujur dari Yesus. Dia tidak mencari pengikut yang banyak, tetapi pengikut yang tulus dan berkomitmen. Yesus menginginkan komitmen, bukan antusiasme semata. Apakah kita mengikut Yesus hanya untuk berkat, kesembuhan, dan kenyamanan? Atau kita siap mengikut Dia dalam suka dan duka?

Kedua, mengikut Yesus adalah anugerah yang memerlukan respons yang radikal. Keselamatan itu anugerah gratis (Efesus 2:8-9), tetapi menjadi murid adalah panggilan untuk merespons anugerah itu dengan komitmen total. Itu berarti setiap hari menempatkan Yesus di atas segalanya, menyangkal diri, dan taat kepada-Nya.

Akhirnya, ini tentang hati, bukan hanya tindakan lahiriah. Tuntutan ini terutama adalah ujian keterikatan hati. Apakah hati kita melekat pada keluarga lebih dari pada Kristus? Apakah saya mencintai rasa nyaman dan aman? Apakah harta saya adalah sumber rasa aman saya? Yesus menuntut agar kita menjadikan Tuhan yang esa menggantikan semua “tuhan” lainnya.

Tuhan Yesus mengajukan tiga tuntutan kepada mereka yang mau mengikuti-Nya. Ini berlaku, baik bagi mereka yang belum maupun sudah mengikuti-Nya. Orang dituntut untuk memperhitungkan secara sungguh-sungguh sebelum memutuskannya. Apakah kita secara telah mempertimbangkannya?

Tags:

Comments are closed

Latest Comments