Menghadapi Saat Akhir dengan Iman

Oleh Rev. Albertus Herwanta, O. Carm

Saat tahun liturgi mendekati akhir, Gereja menghadapkan kita pada gambaran-gambaran nyata tentang akhir dari semuanya dan janji akan keadilan ilahi. Nubuat Maleakhi dan sabda Kristus dalam Injil Lukas melawan sikap yang mengandalkan hal-hal duniawi dan mengingatkan kita pada tugas penting, yakni mempertanggungjawabkan hidup.

Nabi Maleakhi menggambarkan Hari Tuhan yang akan datang sebagai perapian yang menyala-nyala, menghanguskan orang yang angkuh dan jahat. Namun, bagi mereka yang menghormati nama Tuhan, api yang sama menjadi “matahari keadilan” dengan “kesembuhan pada sinarnya.”

Dualitas yang kuat ini mengungkapkan bahwa penghakiman Allah bukanlah hukuman, melainkan proses yang memurnikan dan sekaligus menghanguskan kejahatan serta memulihkan orang benar. Apa yang membakar orang sombong, menyembuhkan orang beriman.

Yesus menegaskan pertanggungjawaban terakhir. Saat para murid mengagumi Bait Suci Yerusalem yang megah, Ia menubuatkan kehancurannya yang total. Tidak satu pun pencapaian manusia, bahkan bangunan tersuci sekalipun, yang bersifat kekal. Ia lalu menggambarkan dunia yang berada dalam kekacauan: perang, pemberontakan, bencana alam, dan penganiayaan. Namun itu bukan akhir dari segalanya.

“Dengan ketekunanmu, kamu akan memperoleh hidupmu,” demikian kesimpulan-Nya. Seruan ini mengajak kita untuk bertahan dengan iman yang teguh, percaya bahwa bahkan di tengah kekacauan, Allah memberikan “hikmat dalam berbicara” yang tidak dapat dibantah lawan manapun.

Bersama-sama, bacaan ini melucuti jaminan-jaminan palsu kita—pada lembaga, keamanan pribadi, dan pada kemapanan yang tampak dalam tatanan saat ini. Bacaan ini juga mengajak kita untuk mengubah arah hidup kita secara mendasar, yakni mengandalkan Tuhan.

Akhir tahun mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang berada dalam waktu akan berlalu. Karena itu, harapan kita tidak boleh diletakkan pada batu-batu yang kita susun sebagai karya sendiri, tetapi pada Tuhan yang datang untuk memerintah bumi dengan keadilan. Dialah api yang menyala-nyala yang membersihkan tipu daya dan matahari yang menyembuhkan serta menghangatkan orang beriman.

Tugas kita adalah bertekun dalam nama-Nya, percaya bahwa keadilan-Nya adalah realitas sejati dan pasti; dalam cahaya-Nya, kita akan menemukan keselamatan kita. Marilah mempersiapkan akhir dari kehidupan dengan dan dalam iman.

Tags:

Comments are closed

Latest Comments