Kapan Kita Mengalami Hidup Kekal?

Oleh Rev. Albertus Herwanta, O. Carm

Sabda Tuhan pada hari Minggu XV Tahun C ini kaya dengan pesan-pesan rohani yang menyangkut kehidupan kekal. Membacanya secara cermat dalam suasana doa, kita menemukan pesan itu. Kita dapat melihatnya ketika menghubungkan bacaan pertama (Ulangan 30:10-14) dan Injil (Lukas 10:25-37).

Yang pertama mengajarkan bahwa orang perlu berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan. Dalam bacaan Injil, Tuhan Yesus menunjukkan jalan nyata dan tegas untuk melaksanakannya. Itulah kunci menuju hidup yang kekal.

Banyak yang bisa kita gali dari sabda Tuhan pada hari ini. Misalnya dengan melihat kaitan antara Ulangan 30:14 dan Lukas 10:28.37. Kitab Ulangan 30:14 menyatakan, “Firman itu sangat dekat padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Ayat ini menekankan bahwa firman Tuhan tidaklah jauh atau sulit dijangkau, tetapi dekat dengan kita. Firman Tuhan itu berada dalam hati dan mulut yang bisa menjadi alat untuk mewujudkan kasih Tuhan.

Firman Tuhan itu dekat dengan kita. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki akses langsung untuk memahami dan mengamalkan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat memahami dan mengamalkannya melalui hati dan mulut kita, tanpa perlu mencari ke tempat yang jauh atau mengandalkan perantara lain. Misalnya, dengan mewartakannya melalui mulut yang penuh kasih.

Bagaimana kaitannya dengan Lukas 10:28 dan 37? Dalam Lukas 10:28 dan 37, Yesus mengajarkan langkah nyata dalam mengamalkan kasih kepada Tuhan dan sesama. Artinya, firman Tuhan yang dekat dengan kita itu tidak hanya untuk dipahami dengan akal budi, melainkan untuk diterapkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Selanjutnya, ayat itu menegaskan tentang pentingnya mengamalkan firman Tuhan. Kita dapat mewujudkannya dalam bentuk kasih kepada Tuhan dan sesama. Contoh konkretnya adalah orang Samaria yang menolong korban perampokan itu. Tanpa berpikir panjang dia mengambil langkah nyata, yakni dengan penuh kasih menolong sesamanya yang amat membutuhkan.

Inilah kunci penting untuk memperoleh kehidupan kekal. “Lakukanlah demikian, maka engkau akan hidup” (Lukas 10:28). Artinya, laksanakan perintah Tuhan itu lewat tindakan nyata, yakni mencintai sesama yang sedang membutuhkannya.

Dengan demikian, baik Ulangan 30:14 maupun Lukas 10:28 dan 37 menekankan pentingnya mengamalkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata: menunjukkan kasih dan ketaatan kepada Tuhan serta sesama. Jadi, hidup berdasarkan firman Tuhan bukan hanya tentang mengetahui, tetapi tentang mengamalkannya secara nyata dalam kehidupan kita. Siapakah sesama yang kini sedang membutuhkan kasih kita? Apakah selama ini kita sudah menunjukkan kasih kita kepadanya? Jawabannya menggambarkan apakah kita sudah mengalami hidup kekal atau belum.

Tags:

Comments are closed

Latest Comments