Pertolongan Tuhan dalam Misi Kristiani

Oleh Rev. Albertus Herwanta, O. Carm

Hari ini kita merayakan Minggu Misi. Bagaimana sabda Tuhan hari ini relevan bagi perayaan ini? Mazmur tanggapan berbunyi, “Pertolongan kita ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi” (Mazmur 121:2). Ini mengungkapkan dua hal.

Pertama, Tuhan adalah sumber pertolongan yang mutlak. Pertolongan kita bukan berasal dari kekuatan manusia atau sumber daya duniawi, tetapi dari Tuhan. Kedua, Tuhan yang kita sembah adalah pencipta langit dan bumi. Kuasa-Nya tidak terbatas, otoritas-Nya mutlak atas segala ciptaan, dan sumber daya-Nya tak terhingga. Tidak ada situasi yang terlalu sulit bagi-Nya.

Dalam misi, kita sering dihadapkan pada tantangan besar dan keterbatasan. Misalnya, wilayah yang belum terjangkau, budaya yang tertutup, perlawanan spiritual, dan keterbatasan sumber daya. Sebagai manusia, kita sering merasa kecil, takut, lelah, dan putus asa.

Kitab Keluaran 17:8-13 menggambarkan pertolongan Tuhan dalam sebuah “peperangan” atau misi. Pertama, Tuhan memanggil Israel untuk aktif (tidak berdiam diri). Mereka bertempur. Misi itu membutuhkan aksi dan pengorbanan. Kedua, pertolongan Tuhan mesti dimohon dalam doa dan persekutuan. Musa naik ke atas bukit untuk berdoa. Ini menunjukkan peran sentral doa dalam misi. Ketiga, pertolongan Tuhan melibatkan komunitas. Musa tidak bisa melakukannya sendirian. Harun dan Hur menopang tangannya hingga matahari terbenam. Misi adalah kerja sama tim.

Akhirnya, kemenangan datang dari Tuhan. Meski Yosua dan pasukannya bertempur dengan gagah berani, Alkitab mencatat kemenangan itu terjadi karena tangan Musa yang terangkat, yang disangga oleh komunitasnya. Kemenangan dalam misi adalah anugerah Tuhan yang diterima melalui iman, doa, dan kerja keras.

Lukas 18:1-8 menegaskan sikap hati yang diperlukan untuk menerima pertolongan Tuhan dalam misi. Yesus menekankan pentingnya “berdoa dengan tidak jemu-jemu”. Janda itu melambangkan ketekunan dan iman yang gigih meskipun belum melihat jawaban. Misi itu pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan ketekunan dan bantuan Tuhan. Dia tidak menunda-nunda pertolongan bagi umat-Nya yang berseru kepada-Nya siang dan malam. Tuhan akan bertindak dan menolong, sekalipun keadaan tampak suram.

Kesimpulannya, dalam misi mewartakan Injil, pertolongan kita dari Tuhan. Namun, Tuhan memilih untuk menyatakan pertolongan-Nya itu ketika umat-Nya aktif terlibat di lapangan, berdoa dengan tekun, dan bekerja sama dalam komunitas iman dengan hati yang tidak putus asa. Inilah esensi dari misi yang berpusat pada Tuhan—kita bekerja seolah-olah semuanya tergantung pada kita, tetapi kita juga berdoa dan percaya bahwa semuanya tergantung pada Tuhan.

Marilah kita berdoa bagi misi Gereja dan terlibat di dalamnya. Semoga misi tersebut menyelamatkan lebih banyak jiwa yang hingga hari ini belum mengenal Yesus, Juru Selamatnya.

Tags:

Comments are closed

Latest Comments