Yang Pertama dan Yang Terakhir

Oleh Rev. Albertus Herwanta, O. Carm

Untuk ketiga kalinya dalam seminggu terakhir ini, Yesus berbicara tentang yang terakhir dan terdahulu atau yang pertama dan yang terakhir. Dua yang pertama dari Injil Matius 19:30 dan Matius 20:16. Yang ketiga terdapat dalam Injil Lukas 13:30. Bukan hanya penulis injilnya yang berbeda, konteksnya pun berlainan. Dalam memahami pesan injil, memperhatikan konteks itu amat penting.

Apa konteks pernyataan tentang yang terakhir akan menjadi terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dalam injil hari ini (Lukas 13:22-30)? Yang pertama adalah perjalanan Yesus ke Yerusalem (Lukas 13:22). Dia sedang berjalan menuju tempat Dia akan menyelesaikan misi-Nya. Kedua, pertanyaan dari salah satu yang sedang mengikuti-Nya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” (Lukas 13:23). Jadi, itu pertanyaan dari orang yang telah mengikuti perjalanan Yesus.

Jawabannya bisa ditemukan dalam bacaan pertama (Yesaya 66:18-21) dan Injil Lukas 13:29. Menarik bahwa Yesus tidak menjawab dengan menyebut jumlah, tetapi mengajarkan tentang cara agar orang diselamatkan. “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu! Sebab Aku berkata kepadamu, ”Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat'” (Lukas 13:14). Berjuang berarti siap menderita untuk memperoleh sesuatu. Dalam hal ini masuk ke dalam pesta perjamuan.

Memang, keselamatan itu pemberian dari Tuhan; sifatnya universal atau berlaku untuk semua orang. Tetapi untuk bisa masuk ke dalamnya orang dituntut berjuang melalui pintu yang sempit; penuh kesulitan dan tantangan. Untuk bisa melewati pintu sempit, orang perlu menjadi kecil; bukan gemuk atau besar. Artinya, orang perlu menjadi rendah hati dan mengikuti jalan yang Yesus tunjukkan.

Mengikuti cara pikir dunia yang mengajar orang untuk menjadi besar, berkuasa, dan kaya raya bertentangan dengan jalan ini. Karena itu, terasa sangat sulit; bahkan nyaris tidak mungkin bagi mereka. Ingat pemuda kaya yang datang kepada Yesus dan bertanya tentang apa yang mesti dilakukan untuk memperoleh hidup (Matius 19:16-22)? Orang kaya dan hanya mengumpulkan untuk diri sendiri serta menganggap diri sebagai pusat sangat sulit melewati pintu sempit itu.

Lebih dari itu, Yesus mengajak kita untuk masuk, yaitu terlibat dalam hidup baru yang Dia ajarkan; bukan menjadi penonton. Para penonton selalu terpisah dari permainan yang ditontonnya; tidak terlibat dalam permainan. Ketika pintu sudah ditutup, mereka akan berteriak-teriak di luar dan berkata bahwa mereka telah makan minum di hadapan-Nya (,Lukas 13:26). Tetapi Dia akan berkata, “Aku tidak tahu dari mana kamu datang. Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan” (Lukas 13:27). Di sini pelaku kejahatan bukan kriminal, melainkan hidup yang tidak sesuai dengan ajaran Yesus. Mengejar hal-hal tidak penting yang lepas dari ajaran Yesus.

Lalu, apa arti dari “Sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang pertama, dan ada orang yang pertama yang akan menjadi orang terakhir ” (Lukas 13:30)? Ada orang berarti sebagian; bukan semua. Orang terakhir adalah mereka yang tidak termasuk dalam orang-orang yang sudah dibaptis (Yesaya 66:18-19). Bila telah bertobat dan hidup sesuai dengan ajaran Yesus, mereka akan menjadi yang pertama. Sedang mereka yang telah dibaptis tetapi tidak hidup sesuai dengan ajaran Yesus bisa jadi akan menjadi yang terakhir.

Secara kodrati setiap orang ingin menjadi yang pertama dan akan sangat malu menjadi yang terakhir. Apakah itu juga kita wujudkan dalam hidup rohani dan iman kita? Sungguhkah kita telah berusaha masuk melalui pintu yang sempit dan mengubah hidup kita menjadi sesuai dengan ajaran dan teladan Yesus? Apakah selama ini kita hanya menjadi penonton? Bukankah banyak yang merasa puas dibaptis tanpa mengubah cara hidup dan terlibat aktif dalam hidup menggereja?

Tags:

Comments are closed

Latest Comments