Yesus Kristus, Bait Allah Sejati dan Abadi

Oleh Rev. Albertus Herwanta, O. Carm

Penglihatan dalam Yehezkiel 47:1-12, tentang air sungai menghidupkan yang mengalir dari Bait Suci, menemukan penggenapannya dalam Yesus Kristus. Dialah Bait Suci yang sejati dan abadi, yang dari-Nya mengalir air hidup, yaitu Roh (Yohanes 7:37-39).

Identitas-Nya yang mendalam ini dinyatakan ketika Yesus menubuatkan dihancurkan dan didirikannya kembali “bait suci ini” dalam tiga hari—yang mengacu pada tubuh-Nya sendiri (Yohanes 2:19-22). Ini secara radikal dan fundamental mendefinisikan ulang kehidupan Kristen.

Pertama, sebagai Bait Suci, Kristus adalah satu-satunya fondasi bagi kita untuk mendekat kepada Allah. Paulus menyatakan, “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11). Korban binatang di bait suci yang lama tidak berlaku lagi, karena Yesus adalah korban yang sempurna dan terakhir. Kini kita mendekati Allah secara langsung melalui Dia, bukan melalui sebuah bangunan fisik.

Kedua, kebenaran ini mengubah identitas kita. Sebagai orang beriman Kristen yang bersatu dengan Kristus, kita secara individu maupun bersama-sama menjadi bait Allah. Paulus menanyakan dengan tegas, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1 Korintus 3:16). Sungai yang mengalir dari Bait Suci dalam penglihatan Yehezkiel, kini mengalir dari hati setiap orang Kristen (Yohanes 7:38).

Konsekuensi logis dan teologisnya, kehidupan Kristen adalah kehidupan dari tata layanan dan misi yang kudus. Kita dipanggil untuk memelihara kekudusan bait Allah ini dalam perilaku pribadi dan kesatuan jemaat, karena kita tahu Allah diam di dalam kita.

Lebih lanjut, kita ditugaskan untuk menjadi saluran dari aliran hidup yang dari Kristus bagi dunia yang haus. Sebagaimana sungai dalam kitab Yehezkiel membawa kesembuhan dan kelimpahan ke mana pun ia mengalir, demikian pula hidup kita, yang berakar pada Bait Suci yang sejati, mesti menjadi sumber pemulihan dan kehidupan yang digerakkan oleh Injil.

Dalam hidup pribadi dan komunitas (keluarga atau paroki) sudahkah kita mengalirkan rahmat yang menghidupkan? Apakah mereka yang hidup di sekitar kita telah merasakan air segar dari kita yang telah lebih dahulu menerimanya dari Tuhan Yesus Kristus?

Tags:

Comments are closed

Latest Comments