Mengenal Yesus Lewat Epifani

Rev. Albertus Herwanta, O. Carm

Mengapa dalam masa Natal kita merayakan Epifani? Karena keduanya berkaitan erat. Natal dan Epifani adalah dua sisi dari satu misteri penebusan. Natal merayakan inkarnasi: Allah yang menjadi manusia dalam Yesus, kasih Allah terwujud dalam daging yang lemah. Epifani melanjutkannya dengan pewahyuan universal: Yesus bukan hanya untuk satu bangsa, tetapi terang dan keselamatan bagi semua.

Nabi Yesaya bernubuat tentang kemuliaan Tuhan yang terbit atas Yerusalem, dan bangsa-bangsa serta raja-raja yang datang kepada terang itu (Yesaya 60:1-6). Nubuat itu digenapi dalam diri Yesus (Matius 2:1-12). Orang-orang majus dari Timur, mewakili bangsa-bangsa non-Yahudi, mencari dan menyembah “Raja orang Yahudi”. Mereka dituntun oleh bintang (cahaya ilahi) dan membawa persembahan yang layak bagi seorang Raja. Peristiwa ini menunjukkan bahwa sejak awal, Yesus datang untuk semua orang yang mencari dengan hati tulus, melampaui batas etnis dan budaya.

Surat Paulus menyebut hal ini sebagai “misteri Kristus” yang kini dinyatakan: bahwa melalui Injil, bangsa-bangsa lain menjadi ahli waris bersama, anggota tubuh yang satu, dan peserta dalam janji Kristus (Efesus 3:2-3a,5-6). Misteri yang tersembunyi sepanjang zaman itu, kini dinyatakan dalam pribadi Yesus. Dia menggenapi rencana Allah dengan mempersatukan seluruh umat manusia dalam kasih-Nya.

Dengan demikian, Epifani memperluas cahaya Natal. Yesus adalah Sabda yang menjadi daging (Natal), sekaligus Sang Raja universal, Bintang Penuntun, dan Cahaya Keselamatan yang menyinari semua bangsa (Epifani). Dia menarik dan menuntun seluruh umat manusia—yang diwakili oleh orang-orang majus—untuk datang, menyembah, dan menerima keselamatan.

Panggilan ini terus bergema: setiap orang, dari suku dan bangsa mana pun, dipanggil untuk bangkit dan datang kepada Terang itu, serta mempersembahkan hidup mereka sebagai persembahan yang berharga bagi Sang Raja.

Apakah pesan penting dari Epifani untuk hidup kita saat ini? Pertama, Epifani mengajarkan kepada kita tentang kekayaan rohani pribadi Yesus. Dia bukan hanya Allah yang menjadi manusia, melainkan bintang yang menuntun hidup kita. Dia adalah Raja sejati yang mesti kita sembah dengan hormat bhakti.

Kedua, Epifani mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus adalah keselamatan untuk segala bangsa. Orang Kristen layak bersyukur karena telah secara resmi dipilih untuk menjadi pengikut Yesus dan memperoleh anugerah keselamatan. Namun mereka juga bertugas mewartakan dan memperkenalkan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat kepada semua orang yang belum mengenal Dia agar mereka menjadi percaya dan diselamatkan.

Singkat kata, Epifani menyatakan dua hal. Pertama, anugerah besar bagi umat manusia, yakni Sang Raja, Bintang, dan Juru Selamat bagi semua bangsa. Kedua, tugas bagi umat Kristen untuk menyembah Dia dan mewartakan-Nya kepada semua orang. Bagaimanakah kita telah melaksanakan tugas itu?

Tags:

Comments are closed

Latest Comments