Oleh: Petter Sandjaya
Hari rabu lalu dalam pengajaran Bina Lanjutan KEP yang berlangsung online, topiknya “Manfaat Berkomunitas dan Pelayanan”. Saya sempat mengajukan pertanyaan: “Apa yang harus saya katakan kepada umat yang sudah berada di komunitas untuk mau terlibat dalam pelayanan?” Karena keresahan saya adalah pelayan di Wilayah kami hanya itu-itu saja orangnya, tidak ada pertambahan “pekerja” terutama untuk keberlangsungan Misa. Ibu Yvone menjawab cukup panjang, namun ini yang saya tangkap dan rangkum menurut versi saya: pelayanan adalah soal hati yang merupakan ranahnya Tuhan. Bila kita sudah mengajak dan menjadi contoh yang baik, itu sudah lebih dari cukup.
Saya melihat ada 3 tipe orang yang menolak ajakan pelayanan: mereka yang tidak mau menjawab panggilan Tuhan, mereka yang bukan pilihan Tuhan, dan mereka yang sudah melayani di tempat lain sehingga dengan kebijaksanaannya terpaksa harus menolak tawaran kita.
Lalu saya mencoba merefleksikan lebih dalam jawaban tersebut ke dalam situasi Wilayah kami, dan beruntung sekali bacaan Injil hari minggu kemarin membuat semuanya semakin jelas (Mat 9:36 – 10:8). Kalau saya sudah jadi pekerja di ladang Tuhan, kenapa saya harus merisaukan sedikitnya pekerja? Yesus mengutus murid-muridnya dengan tugas-tugas yang disebutkan di perikop tersebut, tidak satupun dari tugas itu untuk mencari pekerja-pekerja baru. Tugasnya cuma disuruh curhat tentang Kerajaan Allah dan berbuat mukjizat. Nah, karena saya ga bisa berbuat mukjizat, maka berbuah dalam roh sangat direkomendasikan (Gal 5:22-23), dan sebagai fondasi utama, berbuahlah dalam komunitas terkecil, yaitu Keluarga.
Karenanya saya mengerti dan tidak kuatir lagi ketika ditolak mencari petugas untuk baca Bacaan, Doa Umat, ataupun pemazmur di Misa. Saya cukup mengajak, sisanya Tuhan yang atur. Walaupun ga nemu orang, Tuhan pasti jadikan pekerjaan itu selesai juga.
“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Saya menyadari betul bahwa untuk sampai di titik ini semua dikasi gratis sama Tuhan. Memang betul saya masih harus berusaha dan bersusah payah, tapi tetap saja tidak ada yang benar-benar milik saya satu pun dari semuanya. Karenanya apa yang saya dapat gratis akan saya bagikan juga gratis melalui pelayanan.

No responses yet