Oleh Rev. Albertus Herwanta, O. Carm
Yesaya 5:1-7; Filipi 4:6-9; Matius 21:33-43
Sabda Tuhan pada hari Minggu ini amat bermakna dan mengajak kita merenungkan panggilan hidup yang menyangkut hidup Kristen dan orang Kristen serta tugas atau tanggung jawabnya.
Dalam Kitab Yesaya 5:1-7, Tuhan Allah menggambarkan bangsa Israel sebagai kebun anggur dan orang Yehuda itu tanam-tanaman kegemaran-Nya. Dia melakukan semua yang terbaik untuk kebun anggur dan tanaman-Nya itu (Yesaya 5:2). Artinya, Tuhan Allah telah melakukan semua yang menjadi tanggung jawab-Nya. Lalu, menantikan hasil panen yang baik. Namun hasilnya mengecewakan, yakni buah anggur yang masam (Yesaya 5:4). Dia menunggu keadilan, tetapi yang diperoleh adalah kelaliman. Mengharapkan kebenaran, yang diterima adalah keonaran.
Injil Matius 21:33-43 menyampaikan perumpamaan tentang pemilik kebun anggur dan penggarapnya. Nadanya agak mirip. Sang pemilik kebun anggur menagih hasil yang menjadi bagiannya. Namun yang diterima adalah perlawanan. Para penggarap menangkap, memukul, melempari, dan membuang hamba-hamba yang diutusnya. Bahkan membunuh anaknya yang dikirimnya juga.
Bagaimana kita membaca kedua bacaan itu dalam konteks kehidupan kita sekarang? Renungan ini membawa kita masuk ke dalam dua hal. Pertama, kebun anggur itu adalah hidup Kristen. Kedua, para penggarap kebun anggur itu menggambarkan orang-orang Kristen.
Tuhan Allah melalui Yesus Kristus Putera-Nya telah membangun hidup Kristen. Dia memeliharanya dan memberikan semua fasilitas untuk pertumbuhannya seperti komunitas, pemimpin, perangkat hukum, pengajaran, dan pelbagai anugerah yang sangat baik.
Pertanyaannya, apakah hidup Kristen itu telah memberi kontribusi positif dan konstruktif yang signifikan bagi masyarakat dan dunia? Apakah hidup Kristen telah membuahkan kasih, kebenaran, dan keadilan? Jawabannya bisa ditemukan dalam diri penggarapnya, yakni orang-orang Kristen.
Hidup Kristen tidak dapat dipisahkan dari orang Kristen. Merekalah yang mewujudkan panggilan dan ajaran hidup Kristen yang tampak dalam orang Kristen, lembaga yang mereka dirikan, dan pelayanan yang mereka lakukan. Apakah Gereja telah menyuarakan kebenaran, kasih, dan keadilan serta mewujudkannya?
Gereja hanya dapat melakukan itu semua jika berpegang dan mengikuti Yesus yang menjadi batu penjuru-Nya. Gereja mesti memikirkan dan melakukan semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, semua kebajikan dan patut dipuji (Filipi 4:8). Apakah kita telah berhasil melakukannya? Jangan sampai kita menghasilkan buah asam dan menjadi penggarap jahat yang tidak memberikan kepada Sang Pemilik yang menjadi hak-Nya. Jika kita gagal melakukannya, Tuhan akan mengambilnya dan mempercayakannya kepada orang lain.

No responses yet